Jumat, Juni 17, 2016

Kuberi apa yang dapat kuberikan

Kuberikan yang dapat kuberi
Meski hanya sebuah Kata
Untuk Kau
Meski entah berarti atau tidak
Kuberi yang dapat aku berikan
Meski tak berbentuk
Tersembahkan padamu
Tulus
Kuberikan apa yang dapat kuberikan
Dengan segenap jiwa
Meski terluka
Ikhlas
Kuberikan apa yang dapat kuberikan
Meski tak indah
Meski tak terharapkan
Sungguh dari dasar hati
Kuberikan apa yang dapat kuberikan
Meski tak bermakna
Kucoba dan terus kucoba
Meski tercampakan
Kuberikan apa yang dapat aku berikan
Untukmu
Padamu
Walau tak indah seperti yang kau ingini
Kuberikan apa yang dapat aku berikan
memberi tapi tersakiti
Entah kau mengerti atau tidak
Inilah aku

Fatamorgana hidup

Lenung ....
Mengayun Perlahan menahan beban..
Hidup
Tak beranjak
Langkah tertata tak meraih
Bak tertahan
Berat
Seperti ini kah hidup
Mengapai damba ... meyesakan dada
Tak lepas
Menepis hanya sementara

Perjalanan
Sesak merejam dalam
Sendiri dalam kelam yang berkepanjangan
Memebenamkan segenap jiwa
Menepis
hanya kilatan sambaran yang menyayat
Terlalntun tak tertata
Sesuatu
Tentang
Bak Fatamorgana dalam gersang

Badai berhenti
Badai menerjang
Mengumul
Menghempas
Menghujamkan
Perih tertahan
Luka menjadi lebam yang meradang
Senyum adalah topeng
Jiwa yang terluka

Sabtu, Januari 16, 2016

Dalam sebuah perjalanan

Disini
Saat pekat malam
Menelaah jiwa
Mengenggam asa
Menekan kerinduaan
Masih mencari arti
Pada sudut kehidupan
Bukan sebuah mimpi
Tak menyalahkan takdir
Hanya menghujam jiwa
Indah hanya dalam mimpi
Tabir aroma sejak awal mengenal arti rindu,harapan, gelora, hasrat, damba
Kais hitam mewarnai
Kelam .....
Maki menghujam diri
Indah bayang terhampar diatas awan
Tak teraih
Nyata mencipta tak indah
Terjalani makna hidup
Tak perlu disalahkan
Mungkin ...... hanya
Tetap menjalani
Meski membungkamkan diri untuk mimpi
Tiada

Rabu, Juni 18, 2014

ketahuilah cintaku

Dan ketahuilah cintaku
Yang kurasakan kini hanya kesendirian
Dimana harapan itu telah menjadi beku
Tiada lagi sesungguhnya kuingin ada
Tapi aku sendiri tiada dapat membodohi jiwa dan rasaku..

Dan ketahuilah cintaku
Bait kata itu kubuat tengelam hanya untuk membungkam gelora atas harap
Karena aku tau waktumu telah habis untukku
Tiada guna harap dan pengharapan bila hanya selalu melukai dari hari keharinya
Tak ingin kumenghujat diriku terus menerus dan terkumkum dalam hampa cinta yang telah pudar

Dan ketahuilah cintaku
Seindah apapun itu kini telah menjadi biru dalam hidupku
Seiring perjalanan waktu kubanyak menghujat diri karena menginginkan yang tiada menjadi ada
Kau datang pergi begitu saja
Tiada mudah membalikan rasa yang telah menjadi cinta kehal biasa

Dan ketahuilah cintaku
Kuhargai apa yang pernah kau berikan padaku atas perjalanan hidup ini....
Indah dalam bayangan meski perjalanan terkadang penuh dengan rintangan
Tiada kata yang bisa terungkap lagi selain aku harus mengukuhkan hati untuk dapat membersihkan hati dari harap dan rasa rinduku padamu
Karena kau takan pernah kembali dengan cintamu

Dan ketahuilah cintaku
Memang tiada mudah untukku mungkin mudah untukmu
Apa yang terasa akan menyiksakku terus menerus meski sejauh mana aku dapat menepis semuanya tapi akar yang sudah menancap itulah yang sulit untuk dicabut
Tiada memang kini tiada arti untukmu
Tapi inilah aku dengan cintaku dan kini tanpamu...

Dan ketahuilah cintaku
Kukan pergi meninggalkan mu
Tanpamu
Karena kini asamu telah tiada
Tapi itulah hidup

Senin, Desember 30, 2013

sendiri

Malam semakin larut
Dinginpun terasa...
Jakarta setelah hujan reda
Kesunyian terasa membuat hampa
Segelas kopi moka dan beberapa batang rokok yang menemani diri
Rejaman jiwa memekik asa
Raga terasa panas meski udara berhembus dingin
Sepertinya nanar masih saja membelenggu diri
Entah kemana fikiran ini menuju
Kosong
Tiada
Hanya diri dan kesunyian dan asa yang tak dapat memberikan makna
Disini dibawah langit jakarta
Tetap terasa sunyi, sendiri
Serasa tiada sudi mendekati

Senin, Desember 02, 2013

Sore saaT Rinai hujan turun

Rinai sang hujan membasuh peluh sang jiwa
sore pada pematang kehidupan
Terhadap rejaman yang menjamah gelora
Makna yang tak termaknai ...
Memaknai yang tak bermakna...
Nyanyian menguak irama
Pada titik dimana hantaran sukma memekinkan kata

Rinai sang hujan membasuk peluh sang jiwa
Penghantar titik titik menyentuh raga
Bersama terjangan yang kian menerjang
Goyah sang kaki menopang tubuh
Kukuh hati menancapkan tegar mesti rapuh
Memandang aroma busuk kehidupan

Rinai sang hujan membasuh peluh sang raga
Sore pada pematang diakhir hari
Bersama deru pacu hidup
Seiring getar sang halilintar
Hidup dalam perjalanan dalam sepenggal nafas
Hilang berganti dan terus silih berganti
Seperti sang hujan yang akan sirna dan pergi itulah kehidupan
Tiada yang abadi