Rabu, Juni 18, 2014

ketahuilah cintaku

Dan ketahuilah cintaku
Yang kurasakan kini hanya kesendirian
Dimana harapan itu telah menjadi beku
Tiada lagi sesungguhnya kuingin ada
Tapi aku sendiri tiada dapat membodohi jiwa dan rasaku..

Dan ketahuilah cintaku
Bait kata itu kubuat tengelam hanya untuk membungkam gelora atas harap
Karena aku tau waktumu telah habis untukku
Tiada guna harap dan pengharapan bila hanya selalu melukai dari hari keharinya
Tak ingin kumenghujat diriku terus menerus dan terkumkum dalam hampa cinta yang telah pudar

Dan ketahuilah cintaku
Seindah apapun itu kini telah menjadi biru dalam hidupku
Seiring perjalanan waktu kubanyak menghujat diri karena menginginkan yang tiada menjadi ada
Kau datang pergi begitu saja
Tiada mudah membalikan rasa yang telah menjadi cinta kehal biasa

Dan ketahuilah cintaku
Kuhargai apa yang pernah kau berikan padaku atas perjalanan hidup ini....
Indah dalam bayangan meski perjalanan terkadang penuh dengan rintangan
Tiada kata yang bisa terungkap lagi selain aku harus mengukuhkan hati untuk dapat membersihkan hati dari harap dan rasa rinduku padamu
Karena kau takan pernah kembali dengan cintamu

Dan ketahuilah cintaku
Memang tiada mudah untukku mungkin mudah untukmu
Apa yang terasa akan menyiksakku terus menerus meski sejauh mana aku dapat menepis semuanya tapi akar yang sudah menancap itulah yang sulit untuk dicabut
Tiada memang kini tiada arti untukmu
Tapi inilah aku dengan cintaku dan kini tanpamu...

Dan ketahuilah cintaku
Kukan pergi meninggalkan mu
Tanpamu
Karena kini asamu telah tiada
Tapi itulah hidup

Senin, Desember 30, 2013

sendiri

Malam semakin larut
Dinginpun terasa...
Jakarta setelah hujan reda
Kesunyian terasa membuat hampa
Segelas kopi moka dan beberapa batang rokok yang menemani diri
Rejaman jiwa memekik asa
Raga terasa panas meski udara berhembus dingin
Sepertinya nanar masih saja membelenggu diri
Entah kemana fikiran ini menuju
Kosong
Tiada
Hanya diri dan kesunyian dan asa yang tak dapat memberikan makna
Disini dibawah langit jakarta
Tetap terasa sunyi, sendiri
Serasa tiada sudi mendekati

Senin, Desember 02, 2013

Sore saaT Rinai hujan turun

Rinai sang hujan membasuh peluh sang jiwa
sore pada pematang kehidupan
Terhadap rejaman yang menjamah gelora
Makna yang tak termaknai ...
Memaknai yang tak bermakna...
Nyanyian menguak irama
Pada titik dimana hantaran sukma memekinkan kata

Rinai sang hujan membasuk peluh sang jiwa
Penghantar titik titik menyentuh raga
Bersama terjangan yang kian menerjang
Goyah sang kaki menopang tubuh
Kukuh hati menancapkan tegar mesti rapuh
Memandang aroma busuk kehidupan

Rinai sang hujan membasuh peluh sang raga
Sore pada pematang diakhir hari
Bersama deru pacu hidup
Seiring getar sang halilintar
Hidup dalam perjalanan dalam sepenggal nafas
Hilang berganti dan terus silih berganti
Seperti sang hujan yang akan sirna dan pergi itulah kehidupan
Tiada yang abadi

Minggu, Desember 01, 2013

Lembaran Jiwa

Dosakah ....
Bila sebuah asa itu tumbuh
Menyentuh seluruh raga
Naifkan sebuah jiwa mendamba meski itu sebuah asa yang terlarang
Mengapa tersentuh bila tiada
Permainan hati atau sepengal nafsu duniawi
Dimanakah dapat kucari jawaban yang pasti

Dosakah ....
Getaran ini tak dapat terpungkiri
Tiada bisa untuk dihilangkan
Sadar tersadari cipta asa pada dilema
Cinta wujud jiwa meski terlarang untuk hadir pada nyata

Dosakah ...
Tiada dapat menahan
Tiada dapat menepis
Pahatan itu tlah terukir
Memenuhi rongga jiwa menjadikan damba kemauan sebatas mimpi
Padamu yang telah menjadikan indah dalam perjalan hidup

Dosakah ....
Karena jiwa ini merasa
Karena jiwa ini membentuk damba
Karena jiwa ini menginginkan
Ataukah semua ini hanya fatamorgana dari ketiadaan yang tak pernah ada



Minggu, November 17, 2013

Demi masa yang Bergulir

Sekilas kehidupan
Perjalanan atas tahta kehidupan
Dimana setiap jengkal adalah makna
Pembelajaran yang terkadang terpungkiri oleh jiwa
Mengapa..........
Karena apa yang menjadi sandaran atas mimpi bertolak belakang dengan nyata
Kenapa .......
Karena apa yang tertanam dalam jiwa hanya sebentuk khayalan indah pada perwujudan semu sang dunia pada titik khayal, mengoda jiwa dan membutakan segenap raga.
Untuk apa....
Karena hidup penuh dengan hasrat yang bermula dari asa, menjadikan hasrat, membuahkan keinginan dan titik akhir yang ada menjatuhkan raga.
Demi hidup dan perjalanan hidup
Manusia adalah mahluk cerdas dan bodoh
Karena selalu saja dibebani hasrat dan keinginan yang dianggap mereka itu adalah aku dan itu adalah yang terbaik, tapi apa kata nyata...... (belum tentu)
Demi masa yang bergulir pada kehidupan yang telah terjadi dan itu adalah takdir, tiada dapat terpungkiri
Kutuliskan bait atas jiwa yang dianggap indah tapi penuh dilema karena nyata adalah tiada.
Sebuah kebodohan menyesaki jiwa atas kemauan serta keinginan, tak dapat untuk dihilangkan meski telah menjadikan bersitan luka yang terdalam....
Ya..... Asa ini selalu saja menjadikan abu memerah, membuka lembaran luka tak pernah berhenti menyayat.
Demi masa yang bergulir
Disini masih saja kau bertahta jauh dalam lubuk hatiku meski engan aku merasa tapi tetap kurasa dalam sadar dan tidak
Naif hadir menghardik bayangan yang tak mungkin terjamah. menyesakan segenap hentakan nafas
Sekian lama itu terjadi, sekian lama makian itu terjadi akan diri
Demi masa yang bergulir
Masih saja rindu itu tercipta
Masih saja lembar jiwa ini berdoa
Masih saja diri ini meminta
Masih saja asa ini mencipta
Untukmu.... padamu seseorang yang singah dan memahat jiwa, atas cinta yang terakhir yang teringini dan terpungkiri .... oleh nyata.

Demi masa yang bergulir
Semoga cipta bukan noda
Hanya sebuah rasa pada asa yang menginginkan keindahan dunia, dan itu adalah kesalahan yang terindah pada cipta kehidupan.


untukmu atas akhir sebuah asa atas pencarian diri dan tak terengkuh